Hi..
Lama saya berlayar, naik turun ,terombang ambing dilautan cobaan dan perjalanan hidup, namun sampai saat ini saya belum menemukan titik klimaks arti sebuah hidup saya. Semakin hari saya merasa semakin memburuk dan kehilangan arah. Banyak hal hal baru yang hadir di umur saya yang ke 23 tahun ini membuat saya merasa asing dan bertanya -tanya, apakah alur kehidupan seperti ini? apakah ini sudah sesuai jalurnya? apakah saya harus beradaptasi dengan situasi situasi ini? apakah ini yang disebut dengan proses pendewasaan itu?
Saya banyak memandang orang-orang yang lebih dulu dari saya, beberapa dari mereka sangat menikmati hidupnya dan tak sedikit dari mereka juga selalu berkeluh kesah akan situasi yang mereka hadapi terkesan tidak bersyukur atau tidak dewasa. Saya berpikir saya akan berada di bagian mana? apa saya bisa memilih? atau saya akan menjalani keduanya?
Saya banyak memiliki ribuan pertanyaan tentang arti sebuah proses, apakah mereka yang sudah berada di atas (bukan surga ya guy) pernah merasakan apa yang saya rasakan saat ini?
Terkadang saya merasa hancur ketika dalam kegagalan, saya merasa itu adalah akhir dan kesalahan besar yang sulit dimaafkan. Namun dengan statement itu membuat saya semakin memburuk. Saya pernah bertanya pada seseorang yang dekat dengan saya, " Apa yang kamu lakukan saat kamu mengalami kegagalan ?". Dia mengatakan bahwa kegagalan itu bukanlah akhir dari segalanya, kita boleh merasa sedih, merasa tak pantas dan menyalahkan diri sendiri pada saat itu saja karena kita adalah manusia yang tak pernah lepas dari perasaan , namun jangan pernah berfikir untuk berhenti atas kegagalan itu. Kegagalan itu adalah proses yang harus dilalui untuk melangkah ke bagian selanjutnya atau bisa disebut itu adalah awal dari kita untuk mengetahui hal-hal yang tak biasa yang akan di alami setiap manusia karena manusia tidak ada yang sempurna sekalipun mereka yang sudah sukses (orang yang sudah menemukan titik kebahagian dan klimaks dalam hidup mereka) karena mereka adalah mantan dari kegagalan itu namun tetap berjuang untuk hidupnya.
Semenjak itu saya memiliki 1 pondasi yang sedikit membuat saya bertahan hingga saat ini. Tak apa jika kita gagal, tak apa jika salah, tak apa jika menjadi pemaaf, tak apa jika merasa bingung, karena sampai saat ini yang saya tahu pada dasarnya manusia seperti itu, tergantung mau menerima lalu memperbaiki atau menembok lalu merasa sipaling broken atau terkesan tak akan pernah bisa diperbaiki.
Suatu tindakan, emosi atau perasaan jangan dilakukan secara berlebihan, sesuatu yang berlebihan itu TAK PERNAH BAIK kecuali uang hehehe.
Menurut saya sekarang yang perlu di mengerti adalah menyeimbangkan kehidupan berbeda dengan kata adil ya. Menyeimbangkan itu menurut saya ketika kita tau batas batas kekuatan atau kelemahan dari diri kita sendiri, ibarat kita punya telinga ada sepasang ketika salah satu dari telinga kita bermasalah kita akan merasa tidak nyaman atau tidak apaa gitu (terkesan ada yang kurang) begitu juga dengan kehidupan.
'' Salam Hangat dari Saya E K A " :)
-
-
-
-
-- Aku yang antara percaya dan tidak percaya, bahwa hidup punya sejuta lebih kejutan/ doorprize kepada pemerannya. Sejuta kisah dan perjalanan dalam duka maupun suka. Dan akan terus berlangsung dengan ketentuan waktu dan skenario dari Sang Pencipta.
Rabu, 14 September 2022
DIMULAI HARI INI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Puncak Tangke Tabu Berastagi: Liburan Murah, Nyaman, dan Ramah Keluarga
Ingin liburan murah di Berastagi? Coba kunjungi Puncak Tangke Tabu! Tiket masuk hanya Rp5.000, cocok untuk piknik, camping, hingga menikmati...
-
Hai readers, kembali lagi POV Eka! Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mendaki Gunung Sibayak secara tektok , yaitu perjalanan mendaki d...
-
INGIN LIBURAN VERSI LOWBUGDET DAN MENGGUNAKAN TRANSPORTASI UMUM? NGAK USAH TAKUT, COBA MAIN KE PANTAI CARITA YANG ADA DI BANTEN, KEREN! Hi ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar